Kulonprogo,
Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki tipografi yang 70 persennya
merupakan kawasan pegunungan, sisanya kawasan pesisir pantai.
Sebagaimana kawasan pegunungan lainnya, Kulonprogo juga menyimpan banyak
tempat-tempat wisata, khususnya wisata alam.
Berikut ini kami bagikan informasi lengkap tempat-tempat wisata air di sebelah barat Kota Yogyakarta atau Jogja ini.
Air Terjun Perawan Sidoharjo

Air
terjun ini juga biasa disebut dengan Air Terjun Samigaluh karena
letaknya di Dusun Gonolangu, Desa Sidoharjo, Kecamatan Samigaluh,
Kulonprogo, DIY. Dan disebut perawan karena airnya jernih, dingin, dam
di dasar air terjun banyak ditemukan tanaman bunga yang beraneka macam.
Ketinggiannya sekitar 75 meter dengan hampir 90 derajat kemiringan.
Tempat ini paling pas menjadi destinasi wisatawan yang menyukai
tantangan dalam perjalanan karena untuk mengakses ke lokasi wisata ini
memang tidak mudah.
Klikers harus melewati jalan setapak dan
terjal untuk menuruni bukit.
Untuk menuju Air Terjun Perawan ini harus menempuh jarak sekitar 5
kilometer dari Pasar Dekso. Setelah tiba di MTs Sidoharjo lalu belok ke
kiri. Itu belum selesai karena masih harus melewati jalan yang menanjak,
jalan setapak di pinggir sawah dan hutan. Informasi terakhir
menyebutkan, untuk masuk ke kawasan ini tidak dipungut biaya.
Klikers bisa menitipkan kendaraan di rumah warga.
Waduk Sermo

Tetap
jernih meskipun di musim penghujan. Terdapat hutan lindung yang
merupakan kawasan konservasi dan perlindungan alam di mana akan dtemui
banyak kayu-kayu besar yang tumbang karena umur. Itulah gambaran sekilas
tentang hijau dan sejuknya Waduk Sermo, Kulonprogo.
Terletak di Dusun Sermo, Desa Hargowilis, Kecamatan Kokap Kabupaten
Kulonprogo,
Klikers bisa berangkat dari arah Candi Borobudur,
Magelang, yakni melalui jalan pintas melalui perbukitan Menoreh kurang lebihnya 60 kilometer. Sedangkan bagi
Klikers
yang dari Pantai Glagah dan Pantai Congot bisa menempuhnya dengan
melalui Kota Wates terlebih dahulu. Tak kurang dari 5 kilometer arah
utara, Klikers bakal menemukan Waduk Sermo.Untuk beaya retribusi sebesar
Rp.2000 perorang orang dan Rp.1000 per motor.
Air di waduk ini bukan hanya untuk irigasi, tetapi juga untuk tempat
memelihara ikan bagi warga setempat melalui keramba apung. Jumlah
keramba yang bisa dibuat di waduk ini 100 keramba. Satu karamba
diperkirakan menghasilkan ikan air tawar 2,5 ton selama empat bulan.
Jadi bukan hanya pemandangan yang dapat dinikmati tetapi juga menu-menu
ikan hasil dari peternakan asli waduk tersebut. Bahkan di sekitar
kawasan tersebut juga terdapat tempat membeli buah-buahan yang dipetik
dari Desa Hargowilis dan Hargorejo yang termasuk daerah penghasil buah,
seperti durian, manggis dan buah-buahan lainnya.
Wisata Alam Kalibiru

Setiap
akhir pekan, obyek wisata alam Kalibiru di Desa Hargowilis, Kecamatan
Kokap, Kabupaten Kulonprogo ramai dikunjungi para wisatawan untuk
berfoto. Para wisatawan berfoto di salah satu titik dengan latar
belakang Waduk Sermo.
Para wisatawan yang datang untuk berfoto setiap hari mencapai 600 orang.
Ia menambahkan jika para wisatawan datang ke Kalibiru hanya untuk
berfoto di titik-titik obyek wisata Kalibiru dengan latar belakang Waduk
Sermo.
Saking banyaknya wisatawan yang ingin berfoto, maka hanya 150 orang yang
dapat berfoto di atas pohon. Para wisatawan yang naik didampingi oleh
pemandu dan juga menggunakan alat-alat pengaman seperti harness, tali
penghubung, carbinner, dan tali kermantel.
Bendungan Ancol

Bendungan
Ancol. Bukan Ancol Jakarta lho. Bendungan ini sebenarnya bernama
Bendungan Vanderwick yang dibangun pada tahun 1944. Terletak di Dusun
Pantog Wetan, Banjaroya, Kalibawang, Kulonprogo, bendungan ini juga
menjadi pembatas wilayah Kabupaten Kulon Progo dan Sleman.
Tempatnya sejuk dengan pemandangan menakjubkan. Klikers bisa juga
bermalam di kawasan ini karena terdapat sebuah wisma yang disewakan
untuk para pengunjung yang ingin menikmati malam di sekitar bendungan.
Klikers bisa juga camping, bahkan menjadikannya lokasi foto pre-wedding.
Selain menawarkan sebuah keindahan panorama alam Sungai Progo yang penuh
dengan material batu dari Gunung Merapi, tempat ini juga kerap kali
digunakan sebagai tempat finish peserta rafting dari Magelang.
Akses menuju tempat ini cukup mudah karena melalui jalur alternatif,
Borobudur ke Yogyakarta atau sebaliknya. Bahkan tidak perlu mengeluarkan kocek untuk retribusi.
Arung Jeram Sungai Progo

Bagi
Klikers
yang suka tantangan, Arung Jeram Sungai Progo ini merupakan salah satu
tempat favorit bagi wisatawan maupun penggiat arung jeram di Indonesia.
Karakter aliran air serta bentukan jeramnya khas.
Berjarak 17 kilometer dari kota
Jogja
dan dapat dilalui dengan kendaraan selama 25 menit menuju Base Camp.
Ada beberapa rute di arung jeram Progo yang disesuaikan dengan
pengalaman, yakni rute pemula, lanjutan, hingga profesional. Namun, jika
dilihat dari lokasi basecamp-nya, terdapat rute Hulu, rute Progo atas,
dan rute arung jeram Sungai Progo bawah.
Puncak Suroloyo

Bisa
melihat Yogyakarta dari atas awan dan bisa melihat langsung keindahan
Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Begitulah salah satu
keistimewaan yang dirasakan wisatawan jika tiba di Puncak Suroloyo.
Klikers
bahkan bisa memandang Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro.
Tempat ini merupakan puncak tertinggi di Perbukitan Menoreh, Yogyakarta.
Perbukitan yang memiliki ketinggian kurang lebih 2000 meter dpl ini
membentang sepanjang Yogyakarta dan Jawa Tengah.
Ada tiga buah gardu pandang yang secara umum disebut pertapaan,
masing-masing memiliki nama Suroloyo, Sariloyo dan Kaendran. Ada dua
jalur yang bisa dipilih sebelum menuju Puncak Suroloyo, pertama adalah
rute Jalan Godean - Sentolo - Kalibawang dan rute kedua melalui Jalan
Magelang - Pasar Muntilan - Kalibawang. Untuk mencapai puncak Suroloyo,
harus melewati perjalanan yang naik turun dengan kelokan tajam serta
tanjakan yang curam.
Jalan menuju Puncak Suroloyo bisa dilalui motor, berbeda dengan mobil
yang harus berhati-hati karena lebar jalan sebesar 3 meter. Kemudian
Klikers melewati jalan sempit berkelok, jalan yang perlu ditempuh adalah
tangga menuju ke Puncak Suroloyo dan melewati sebanyak 290 anak tangga.
Goa Sriti

Sebelum
menuju Puncak Suroloyo, Anda bakal melewati Goa Sriti . Kurang lebih 1
kilometer dari Jalan Samigaluh maka anda akan menemui plang (yang sudah
rapuh) ke arah Goa Sriti.
Goa Sriti tergolong goa pendek, dengan mulut goa cukup kecil, namun
ruang goa cukup luas (dan gelap tentunya). Menurut namanya "sriti" kami
pikir di dalamnya akan dijumpai burung-burung sriti, tapi ternyata yang
ada adalah (tetap) kelelawar. Meskipun banyak kelelawar, Anda tidak
mungkin ketemu sosok Batman...Hehehehe..
Puncak Widosari
Puncak Widosari menjadi lokasi favorit anak muda nongkrong karena
pemandangan berupa formasi puncak unik yang dikelilingi oleh hijaunya
perkebunan di sekitarnya. Berada di Padukuhan Tritis, Ngargosari,
Samigaluh, Kulon Progo Kliker bisa menempuhnya sekitar 10 menit
berkendara dari kebun teh mungil, Tritis.

Untuk menuju Puncak Widosari bisa ditempuh dari Tugu
Jogja ke arah barat - Jl. Kyai Mojo - perempatan Demak Ijo Ringroad Barat, lurus -
Jl. Godean -
Pasar Godean, lurus - perempatan Nanggulan, belok kanan - perempatan
Dekso, belok kiri - Pasar Plono, belok kanan - ikuti petunjuk ke arah
Kebun Teh Tritis - Puncak Widosari
Kebun Teh Nglinggo

Terletak
di Nglinggo, Samigaluh, Kulonprogo, tempat ini menyuguhkan pemandangan
alam yang asri pemandangan perkebunan teh, hamparan hutan pinus dan
pemandangan bukit bukit yang terdapat di sekitarnya.
Tempat wisata ini memang tengolong baru. Selain duduk santai di puncak
pegunungan sambil menikmati segarnya es kelapa muda,
Klikers
juga bisa mencoba naik ke bukit-bukit yang ada di sana. Medannya asyik
karena harus melewati jalan jalan setapak khas pedesaan. Klikers bisa
bergaya berlari-lari kecil bak film India.
Gunung Lanang
Menyaksikan
landscape Kota Wates dan indahnya beberapa gunung
seperti Merapi dan Merbabu dengan cukup jelas. Jika pada pagi pengunjung
juga bisa menyaksikan keindahan matahari terbit. Begitu pula jika ke
sini ketika sore hari.
Klikers bakal menikmati pemandangan matahari tenggelam. Kalau enggak pas hujan lho...

Begitulah
pesona Gunung Lanang yang terletak di Dusun Sibolong, Desa Jatimulyo,
Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo.
Gunung Lanang boleh dikatakan tempat wisata alam baru karena baru dibuka
untuk umum pada sekitar bulan Mei 2015. Sebenarnya Gunung Lanang
bukanlah gunung pada umumnya. Lebih tepatnya adalah salah satu bukit
yang ada di gugusan perbukitan Menoreh. Ada tiga titik gardu pandang
untuk menikmati pemandangan. Ketiga gardu pandang tersebut juga
dilengkapi dengan bangku dari bambu
.
Jika mau ke tempat ini,
Klikers harus menapaki jalan setapak
yang cukup terjal sejauh 150 meter. Jalan setapak tersebut telah
dilengkapi dengan tangga yang terbuat dari potongan bambu dan pagar
pengaman yang juga terbuat dari bambu.
Deri
1422300031
Tidak ada komentar:
Posting Komentar